Musibah sebagai Simulasi Kehidupan

Musibah sebagai Simulasi Kehidupan

Pernah mendapatkan persoalan kecil atau musibah yang ringan? Oh, tentu saja. Malah mungkin kita mengalaminya setiap hari. Dan persoalan yang kecil itu pun sering membuat kita uring-uringan dan merasa kesal seharian, bahkan setelah persoalannya sendiri sudah selesai. Tapi, pernahkah kita membayangkan bahwa persoalan-persoalan itu sebetulnya bisa menjadi sebuah simulasi yang bisa membuat kita lebih siap dalam menghadapi kesulitan yang lebih besar?

Pembaca tentu tahu apa yang kami maksud dengan simulasi. Simulasi adalah sesuatu yang perilakunya sama dengan hal yang riil atau nyata. Simulasi merupakan sesuatu yang ’tidak nyata,’ tetapi dirancang mirip dengan kenyataan. Karenanya simulasi bisa membantu kita untuk lebih siap dalam menghadapi kenyataan yang sebenarnya.

Musibah sebagai sebuah simulasi? Apa maksudnya? Berikut ini ada sebuah contoh yang mudah-mudahan bermanfaat.

Pernah suatu kali saya kehilangan dompet. Bukan hilang di jalan, tapi di rumah. Pagi-pagi saat siap berangkat keluar rumah, saya mencari dompet di tempat saya biasa meletakkannya. Dompet itu tidak ada di sana!

Saya mencari ke tempat-tempat lainnya, tapi tidak juga menemukannya. Sebetulnya, saya tidak tahu harus mencari kemana lagi, karena saya tidak pernah meletakkan dompet itu di tempat lain.

Apakah saya terlupa dan telah meletakkannya di tempat lain semalam. Saya coba mengingat-ingat kembali apa yang terjadi malam sebelumnya. Saya pulang larut malam dalam keadaan kepala pening karena memang sedang sakit flu. Karena sudah sangat letih, saya tidak ingat apakah pada saat itu saya mengeluarkan dompet dan meletakkannya di tempat yang biasa. Saya ingat betul semalam pergi membawa dompet, tapi saya tidak ingat tentang dompet itu pada saat pulang.

Atau jangan-jangan dompet itu memang sudah tidak ada di saku pada saat pulang? Jangan-jangan ia terjatuh di mobil, karena dompet itu memang rasanya tidak betul-betul masuk ke dalam saku? Atau jangan-jangan dompet itu jatuh di jalan pada saat saya berada di luar kendaraan?

Kepala saya mulai terasa pening. Saya mulai khawatir dompet itu benar-benar hilang. Dengan perasaan gelisah saya kembali mencari-cari ke berbagai tempat, tapi tak juga menemukan dompet itu. Gawat, jadi dompet itu benar-benar hilang? Apa yang mesti saya lakukan sekarang?

Saya mulai membayangkan kerumitan yang akan terjadi sekiranya dompet itu memang hilang. Uang di dalamnya tidak banyak, tapi semua kartu saya ada di dalam sana. Kartu mahasiswa (student card), tiga kartu ATM, satu kartu SIM (license), roadtax motor (semacam STNK di Indonesia), dan ada beberapa kartu penting lainnya.

Kepala saya jadi semakin pening. Kenapa saya meletakkan semua kartu-kartu itu di dalam dompet, padahal saya tidak menggunakannya setiap hari, saya mulai menyalahkan diri sendiri. Mengapa tidak tinggalkan saja sebagian kartu itu di rumah, jadi kalau dompetmu hilang, kamu tidak perlu kehilangan semuanya? (Ups, saya jadi khilaf karena telah berandai-andai)

Ketika itu saya masih belum sepenuhnya yakin kalau dompet itu memang hilang. Tapi kejadian itu membuat saya berpikir tentang langkah-langkah antisipatif di masa mendatang. Saya mendapat sebuah pelajaran berharga pada saat itu: entah apakah dompetmu benar-benar hilang atau tidak, lain kali jangan pernah meletakkan semua kartu yang penting di dalam dompet. Bawa yang diperlukan saja!

Saya masih mencari-cari dompet itu. Dan untuk ke sekian kalinya mata saya tertuju pada tas yang biasa saya bawa. Mungkinkah dompet itu ada di sana? Sejak tadi saya memang belum memeriksanya, karena saya memang tidak pernah meletakkan dompet di dalam tas, terlebih lagi saat berada di rumah. Tapi apa salahnya mencoba.

Tas itu pun saya buka. Ada beberapa benda di dalamnya. Mata saya menatap sebuah benda berwarna hitam. Saya tidak begitu yakin, tapi tampaknya itu …. Dan saya pun mengambilnya. Ternyata itu memang dompet yang saya cari-cari sejak tadi. Perasaan pun menjadi lega seketika itu juga. Alhamdulillah ya Rabb.

Siapa yang meletakkan dompet itu di dalam tas? Saya sama sekali tidak ingat kalau semalam telah memasukkan dompet itu ke dalam tas. Atau mungkin istri saya yang memasukkannya ke sana sebelum ia berangkat pagi ini? Entahlah. Tapi itu semua tidak terlalu penting lagi. Yang penting dompet itu sudah kembali. Dan bersama dengan itu, hilang juga segala kerumitan dan kekhawatiran yang sebelumnya membayang-bayangi pikiran.

Tanpa menunggu lebih lama, saya langsung mengeluarkan semua kartu yang tidak perlu saya bawa dan saya letakkan di tempat khusus di rumah. Kini saya tidak perlu terlalu khawatir sekiranya dompet itu nantinya benar-benar hilang (tentu saja saya sama sekali tidak mengharapkannya, dan saya berdoa agar dompet itu jangan sampai hilang).

Bagaimanapun, peristiwa itu telah menjadi sebuah simulasi bagi saya. Dompet itu seolah-olah hilang, dan menimbulkan rasa khawatir. Tapi ternyata ia tidak benar-benar hilang. Kejadian itu justru telah membantu saya agar lebih siap dalam menghadapi situasi semacam itu di masa mendatang.

Sebelumnya saya sempat merasa khawatir karena kehilangan dompet. Tapi saya percaya, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadith Nabi saw, bahwa rasa khawatir dan cemas itu akan diberi ganjaran oleh Allah. Kemudian ternyata dompet itu tidak hilang, dan saya justru mendapatkan pelajaran berharga dari kejadian itu, yaitu supaya bisa meminimalisir kerugian pada waktu-waktu berikutnya.

Kehidupan ini ternyata menyediakan banyak simulasi dan latihan yang dapat membuat kita lebih sigap dan waspada dalam menghadapi berbagai persoalan. Dan Allah memberikan pahala kepada kita untuk setiap ketidaknyamanan yang kita rasakan yang telah ditimbulkan oleh persoalan atau ‘simulasi’ tadi. Sudah dilatih dan diberi kesiapan, diberi ganjaran pula. Ah, enak betul jadi orang beriman.

Karena itu jika kita mengalami musibah atau persoalan, jangan marah-marah atau berputus-asa. Belajarlah sesuatu dari peristiwa itu. Karena dalam berbagai persoalan itu memang terdapat banyak pelajaran yang indah dan baik buat kita, insya Allah.

Alwi Alatas,


Kuala Lumpur, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s